Sponsored By PpcBloger

pasang iklan

check

Sponsor

Senin, 08 Desember 2014

Batu Klawing asal Purbalingga Jawa Tengah


Misteri batu Klawing di Kabupaten Purbalingga seolah tak kenal ending. Setelah temuan  artefak batu prasejarah  dan batumulia jenis  " Le Sang Du Christ " atau   "Darah Kristus" oleh para mahasiswa geologi UNSOED , Purbalingga , di DAS Klawing beberapa waktu lalu (diberitakan luas di beberapa surat kabar  regional dan nasional  antara lain  Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Kompas, dan Media Indonesia) ,

Hasil uji gemologi terhadap mineral berwarna hijau yang menyelimuti mineral radial Aragonite pada gambar 2 ternyata bukan jenis jasper hijau melainkan kalsedon hijau. Hal ini dibuktikan oleh sifat tembus cahayanya dimana potongan setebal 2 mm yang kemudian dibuat batu permata berbentuk kabocon ternyata tembus cahaya alias translusen. Seperti kita ketahui, batumulia jenis jasper prinsipnya tidak tembus cahaya. Kalau kita " lanjutkan " pengujiannya dengan alat refraktometer, hasilnya sungguh menggembirakan  karena nilai indek refraksinya sama dengan yang dimiliki Chrysoprase atau Krisopras yaitu sekitar 1,530-1,534. Dengan demikian maka nilai komersialnya tentu lebih tinggi dari sekedar jasper  - - - ta' iya !

Kembali ke yang namanya  batu " Le Sang Du Christ " yang menjadi populer setelah diberitakan 2 kali di koran Kompas  tanggal 15 dan 21 Juni 2009 ( terima kasih kepada Ibu Madina Nusrat, wartawan Kompas Jateng yang meliput kegiatan kuliah lapangan mahasiswa geologi UNSOED di DAS Klawing  tanggal 13  dan  27 Juni 2009 ), mang Okim sitir kalimat yang ditulis oleh Walter Schumann dalam bukunya tahun 1979 berjudul : Guide des pierres precieuses, pierres fines, pierres ornementales  halaman 128 : " Des pouvoirs magiques lui furent attribues au Moyen-Age, car ses eclaboussures rouges passaient pour etre des gouttes du sang du Christ " yang artinya :  "  Di abad pertengahan, kekuatan-kekuatan magis dipercaya terkandung dalam batu ini, karena cipratan-cipratan warna merah di dalamnya dianggap sebagai tetesan-tetesan darah Kristus ". Mang Okim sengaja tuliskan kalimat ini karena di internet ada yang mempertanyakan tentang lokasi tempat Kristus disalib, mengapa kok pindah ke  Purbalingga, bukannya  di Golgotta ?!

2 komentar:

KOMENTAR


Halaman

Template

Sponsor Iklan

Pages

Pengunjung

Musik

Slider(Do not Edit Here!)

Navigation (Do not Edit Here!)

Pages - Menu

Followers

Cari Artikel Blog

Postingan Populer

Postingan Populer